Ini Manfaat Kulit dan Biji Durian

Ini Manfaat Kulit dan Biji Durian

Maidaniipancakedurian.com – Alih-alih dibuang menjadi limbah, kulit dan biji durian ternyata bernilai tinggi dan kaya manfaat. Dua bagian yang sering terabaikan ini bisa diolah lagi menjadi bahan-bahan multiguna yang ramah lingkungan.

Bahan kemasan organik

Kemasan organik dari kulit durian tergolong biodegradasi, bisa terurai secara hayati. Sebagaimana dikabarkan Good News from Indonesia, para peneliti di Nanyang Technological University (NTU) Singapura kini sedang getol mempromosikan bahan kemasan temuan mereka agar dapat dikomersialkan sejumlah perusahaan makanan dan minuman.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor William Chen, direktur program sains dan teknologi pangan NTU, itu telah menemukan cara mengekstrak pektin dari kulit durian dan mengubahnya menjadi bahan kemasan ramah lingkungan.

Pektin adalah kebutuhan manusia yang secara alami diperoleh dari makanan terutama buah dan sayur. Sebagian besar buah-buahan seperti jeruk dan apel mengandung kadar pektin tinggi.

Dalam kehidupan sehari-hari pektin biasa dimanfaatkan untuk mempertahankan struktur lengket pada selai dan agar-agar, atau sebagai perekat untuk kebutuhan medis.

Untuk mengekstrak pektin dari kulit durian, duri-durinya perlu dipotong, lalu ditumbuk dan diparut untuk menghasilkan bubuk selulosa. Setelah menjadi bubuk baru bisa digunakan untuk membuat lembaran bahan biodegradasi.

Bahannya digambarkan mengkilap dan sedikit keruh, serta bisa terdegradasi dalam waktu satu bulan saat diletakkan di tanah. Jika diperlukan, pewarnaan bahan bisa diubah dengan memasukkan warna ke dalam selulosa.

Penstabil makanan dan sumber probiotik alami

Bersamaan dengan penelitian kulit durian, Profesor Chen juga telah menemukan sekaligus mematenkan suatu teknik untuk menghilangkan getah kental dari biji durian.

Berkat teknik itu, ia membuktikan bahwa biji durian bisa diolah kembali menjadi penstabil makanan alami yang lebih hemat biaya, sekaligus sebagai sumber probiotik baru yang memberi lebih banyak nutrisi.

Bahkan, temuan ini diklaim dapat meningkatkan kesinambungan lingkungan karena mengurangi limbah biji durian.

Pun membantu mengatasi permasalahan produksi pangan di masa depan, di mana pohon akasia yang biasa diambil getahnya sebagai penstabil makanan kini sudah terancam berkurang karena perubahan iklim.

Tak mengherankan. FoodDive menulis akan banyak keuntungan yang kita dapat jika produk olahan tersebut berhasil dikomersialkan.

Selain yang telah disebutkan di atas, getah biji durian yang telah diolah ternyata 20 persen lebih efektif dibanding penstabil makanan komersial dalam memperpanjang umur simpan probiotik berbasis bubuk. Artinya, itu akan membantu menjaga sistem usus kita lebih sehat.

“Mayoritas makanan konsumen mengandung zat penstabil makanan, yang sangat diperlukan untuk memastikan bahwa berbagai bahan yang tidak tercampur dengan baik dapat menyatu secara harmonis sehingga memberi tekstur seragam,“ jelas prof Chen dalam rilis.

Lalu, karena zat apapun yang terbuat dari biji durian akan berbasis nabati, maka ia pasti cocok untuk para vegan maupun vegetarian yang biasanya menghindari bahan berbasis hewani macam gelatin seperti terdapat dalam agar-agar.

Menariknya, kepada Foodingredientsfirst.com, Prof Chen mengatakan bahwa temuannya yang telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Sustainable Food Systems pada September 2018 tersebut, kini tengah dipersiapkan beberapa perusahaan makanan untuk segera diluncurkan ke pasaran.

Manfaat lain kulit durian bagi lingkungan

Rosliana Lubis, Kepala Laboratorium Universitas Medan Area (UMA), pada tahun 2012-2013 pernah melakukan uji coba yang membuktikan bahwa kulit durian multimanfaat. Bahkan, ia menyarankan agar kulit durian diolah sebagai barang bernilai ekonomis tanpa modal besar yang menjanjikan untung.

Ada Mitos Tinggi Kolesterol, Durian Justru Kaya Nutrisi

Dia bilang, bagi Anda yang punya modal sekitar Rp5 juta, sudah bisa membeli mesin penghancur duri untuk menghasilkan serat kulit durian basah yang minimal bisa diolah menjadi papan artikel. Papan partikel adalah bahan ramah lingkungan untuk produk-produk furnitur, sekaligus alternatif lebih murah dari serbuk kayu yang kian terbatas.

Bahkan jika Anda kreatif, olahan kulit bisa disulap menjadi suvenir.

Tanpa mesin pun, kulit durian bisa dihancurkan dengan teknik merebus menggunakan zat kimia NaOH, atau bisa diganti dengan sabun cuci batangan. Setelah perebusan selama dua jam, serat kulit durian dibersihkan kemudian direndam dengan pemutih, sehingga warnanya persis seperti kapas.

Sejumlah peneliti Indonesia juga telah membuktikan teknik serupa itu menghasilkan ragam manfaat.

Misalnya, sebagai penghilang bau atau penjernih air, karena kulit durian yang mengandung elemen zat tepung, lignin dan selulosa dapat menghasilkan arang atau karbon aktif alias penyerap alami usai dipanaskan.

Pektin dalam durian juga terbukti memiliki daya serap tinggi terhadap logam berat timbal sehingga berpotensi besar dalam mengurai limbah perairan.

Lalu, karena minyak atsiri dalam kulit durian mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan polifenol yang bersifat racun terhadap hama dan nyamuk, maka ia berfungsi sebagai pengusir nyamuk alami sekaligus biopestisida nabati.

Selain itu, selulosa dalam kulit durian yang diolah menggunakan kadar asam tertentu, ternyata juga berpotensi dijadikan bahan baku pembuatan energi alternatif bioetanol.

Copyright © 2019 Maidanii Pancake Durian