Scroll to top
© 2018. Maidanii Pancake Durian

Musang King, Durian Malaysia yang Jadi Raja di China


Jhon - Nov 27, 2018 - 0 comments

Pancake Durian – Buah durian yang berbau tajam dan berkulit runcing digadang-gadang akan menjadi ekspor utama Malaysia berikutnya. Hal ini didasari oleh melonjaknya permintaan dari China yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Durian, buah yang biasanya ditanam di kebun keluarga dan pertanian skala kecil dan digambarkan oleh beberapa orang berbau seperti saluran pembuangan terbuka atau terpentin ketika matang, telah menarik investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, para konglomerat dan perusahaan di bidang minyak sawit, ekspor pertanian terbesar Malaysia, mulai merambah bisnis durian.

Pemerintah Malaysia mendorong pertanian durian skala besar dan menargetkan 50% lonjakan ekspor di 2030.

“Industri durian berubah dari lokal menjadi pertanian global, berskala besar karena permintaan yang besar dari China,” kata Lim Chin Khee, konsultan industri durian, dilansir dari Reuters.

“Sebelum booming, sebuah perkebunan durian di Malaysia akan menjadi pertanian yang sifatnya rekreasi … Sekarang mereka berukuran ratusan hektar dan lebih besar, dan banyak lagi yang akan muncul.

“

Durian mungkin dilarang di beberapa bandara, transportasi umum dan hotel di Asia Tenggara karena baunya yang menyengat, tetapi orang China adalah penggemar berat buah tersebut. Makanan rasa durian yang dijual di China sangat beragam, mulai dari pizza, mentega, saus salad, dan susu.

“Pada awalnya, saya juga membenci durian karena saya pikir mereka memiliki bau aneh,” kata Helen Li (26) ketika makan di sebuah toko yang fokus pada pizza durian di Shanghai, di mana hampir setiap pelanggan memesan hidangan seharga 60 yuan (Rp 123.086) itu selama beberapa waktu terakhir pada jam makan siang.

“Tapi ketika Anda mencicipinya, itu benar-benar sangat lezat. Saya pikir mereka yang membenci durian takut dengan baunya. Tapi begitu Anda mencobanya, saya pikir pendapat mereka akan berubah.

“

Di restoran Shanghai lain yang menjual hotpot ayam durian yang dijual sekitar 148 yuan (US$21), Chen Weihao, sang pemilik toko, mengatakan ia bisa menjual sekitar 20 hingga 25 kg durian Thailand impor setiap bulan.

”Ketika Anda mencicipinya, [buah] ini memiliki semacam rasa segar dan manis, seolah-olah Anda telah tiba di daerah tropis,” kata Yang (27) seorang pelanggan.

China Rela Bayar Mahal untuk Durian Musang King


Orang China rela membayar mahal untuk berbagai jenis durian “Musang King” Malaysia karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang pahit-manis. Harga durian jenis ini, yang sekarang ditanam di seluruh negeri, telah naik hampir empat kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Tahun lalu, impor durian China naik 15% menjadi hampir 350.000 ton senilai US$510 juta, menurut database perdagangan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Hampir 40%-nya berasal dari Thailand, penghasil dan pengekspor utama durian di dunia.

Malaysia menyumbang kurang dari 1%, tetapi berharap penjualan ke China melompat ke 22.061 ton pada tahun 2030 dari kemungkinan tahun ini 14.600 ton karena perdagangan diperluas untuk memasukkan buah utuh dari pembatasan saat ini menjadi bubur dan pasta durian.

Lim, sang konsultan, mengatakan raksasa kelapa sawit IOI dan konglomerat properti Berjaya telah mendekatinya untuk membuat usaha terkait pertanian durian.

IOI tidak menanggapi pertanyaan Reuters, tetapi sumber yang mengetahui langsung hal tersebut mengatakan perusahaan itu ingin menanam durian dalam skala kecil.

Berjaya yang dipimpin oleh salah satu pengusaha terkaya Malaysia, Vincent Tan, tidak menanggapi permintaan untuk komentar.

Perusahaan minyak sawit milik negara Felda mengatakan tahun ini kementerian pertanian mulai menanam durian di lahannya. PLS Plantations, sebuah perusahaan konstruksi dan perkebunan sawit yang menghitung taipan properti Lim Kang Hoo sebagai direktur, bulan lalu mengatakan akan membeli saham senilai US$5 juta di eksportir durian.

Perkebunan M7, sebuah perusahaan swasta yang didirikan tahun lalu, sedang mengembangkan perkebunan durian seluas 10.000 acre di Gua Musang, rumah bagi durian Musang King di negara bagian Kelantan di timur, dan menjual pohon durian masing-masing seharga 5.000 ringgit (Rp 17,3 juta).

“Kami mendirikan perusahaan karena kami melihat potensi di industri ini, target utama adalah China,” kata Kepala Eksekutif Ng Lee Chin, menambahkan bahwa sebagian besar pembeli berasal dari China.

‘Emas’ bagi Industri Pertanian

“Menanam durian bukan hanya hobi pada hari ini karena durian dianggap sebagai ’emas’ dalam industri pertanian,” kata departemen pertanian dalam komentar melalui e-mail kepada Reuters.

Tahun lalu, perkebunan durian Malaysia mencakup lahan seluas 72.000 hektar tetapi daerah yang sedang ditanami terus bertambah, kata departemen itu, dan di beberapa daerah perkebunan yang menanam kelapa sawit beralih ke durian karena dianggap lebih menguntungkan.

Pada Maret lalu, menteri pertanian Malaysia mengatakan satu hektar Musang King dapat menghasilkan pendapatan hampir sembilan kali lebih banyak daripada 1 hektar perkebunan sawit.

Di negara bagian Sabah, beberapa lahan untuk pertanian durian berasal dari konversi perkebunan kelapa sawit, kata kementerian pertanian, menambahkan bahwa mereka merencanakan perluasan lebih dari 5.000 hektar.

Namun, peningkatan pertanian durian telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Ia bisa mengambil jalur yang merusak lingkungan dan mirip dengan minyak sawit.

Industri minyak sawit telah bertanggung jawab atas deforestasi skala besar dan pengrusakan hutan hujan yang kaya spesies di Malaysia.

The Star, sebuah koran lokal, bulan lalu melaporkan bahwa sekitar 1.200 hektar lahan di dekat cagar hutan di negara bagian Pahang yang merupakan rumah bagi harimau Malaya yang terancam punah akan diruntuhkan untuk perkebunan Musang King.

Pejabat Pahang tidak menanggapi permintaan untuk komentar.

“Dalam masalah waktu, ledakan durian akan berjalan di jalan sawit,” kata Shariffa Sabrina Syed Akil, presiden organisasi lingkungan non-pemerintah Peka Malaysia.

Sumber: CNBC

© Maidanii 2018. Design & Optimized by Kencana Digital.
All Rights Reserved.