Taman kebun bunga di Medan – Bila Anda suatu ketika berkesempatan mengunjungi kota Medan, terlebih lagi bila secara kebetulan melintasi area jalan bernama Kejaksaan, pasti Anda dapat dengan mudah menemukan sebuah gapura disana. Sekedar Anda tahu, gapura tersebut notabene merupakan pintu gerbang untuk masuk menuju sebuah makam dari seorang tokoh yang meninggalkan keharuman namanya. Seperti ketika masih hidup, agaknya makam tersebut ikut menghadirkan sebuah keindahan lewat berbagai tumbuhan bunga yang ditanam untuk menghiasi area sekitarnya. Pada akhirnya, makam Tjong Yong Hian tersebut dikenal juga sebagai sebuah taman kebun bunga di Medan yang sangat indah sekaligus asri.taman bunga di Medan

Taman Kebun Bunga di Medan

Memang hal yang berkaitan kebesaran nama Tjong Yong Hian itu sendiri tidak dapat dilepaskan dari image taman kebun bunga di Medan yang satu ini. Nama besar yang melekat pada keluarga Tjong A Fie (yang merupakan kakak kandung dari Tjong Yong Hiang) rupa-rupanya telah menjadi satu nama dalam sejarah perjalanan kota Medan. Keluarga yang merupakan saudagar besar tersebut, membangun kebesaran nama keluarganya dengan sifat membumi serta kedermawanannya. Kesederhanaannya yang tercipta melalui sikapnya membangun pertemanan dengan berbagai suku dan ras pun telah mengangkat keharuman nama keluarganya tersebut. Sehingga, Tjong Yong Hian pun pada akhirnya diabadikan menjadi nama sebuah jalan yang ada di kota Medan. Jalan yang dahulunya bernama Jalan Bogor tersebut diganti dengan nama beliau bertepatan dengan peresmian Taman Bunga Tjong Yong Hian di Jalan Kejaksaan tersebut. Hal ini merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih pemerintah kota Medan kepada keluarga beliau yang memang telah memberikan berbagai sumbangsih yang tidak sedikit.

Kedermawanan beliau pun masih terus terasa walaupun beliau telah tiada. Kemurahan hatinya tersebut masih terus dicerminkan yayasan keluarganya yang telah membangun berbagai rumah ibadah entah itu Islam ataupun Budha, serta membangun sebuah rumah sakit di daerah Belawan. Nama beliau pun sedikit banyak telah menjadi sebuah ikon tentang kerukunan masyarakat Medan yang terdiri dari berbagai ras seperti India, Melayu, Arab, dan Tionghoa. Makam beliau yang juga merupakan salah satu taman kebun bunga di Medan tercantik seakan merupakan simbolisasi dari sebuah pelajaran tentang kerukunan dan hramonisasi kehidupan manusia. Terlebih secara khusus hal ini tergambarkan lewat sebuah jembatan yang diberi nama jembatan Kebajikan yang ada di kawasan makam dan taman bunga tersebut. Jadi, tepatlah kiranya bila makam dan taman kebun bunga ini terbuka untuk siapapun terlebih lagi bagi para generasi muda agar paling tidak saat mengunjungi taman tersebut mereka dapat mempelajari dan mengambil nilai-nilai kehidupan yang telah dijalani oleh beliau.

Lebih fokus lagi, disaat kita mengunjungi salah satu taman kebun bunga di Medan yang juga merupakan peraduan terakhir beliau ini, pada bagian gapuranya akan kita jumpai tulisan ‘Taman Kebun Bunga’ yang dalam bahasa Tionghoa tertulis Mao Rong Yuan, dan setelah beberapa langkah memasukinya, maka sekali lagi kita akan menjumpai tulisan Taman Tjong Yong Hian. Setelahnya, kita akan dipandu untuk mengisi buku tamu oleh petugas keamanan dari taman kebun bunga tersebut. Dengan menyusuri jalan yang ada, mulailah kita dapat menikmati keasrian taman kebun bunga tersebut. Pada sisi kiri dari jalan tersebut, akan terlihat sebuah makam yang merupakan peristirahatan dari istri tercinta Tjong Yong Hian dan makam beliau sendiri berada tepat di samping makam tersebut. Sementara di depan kedua makam tersebut, terdapat sebuah kolam teratai yang tak kalah indah.

Ada sebuah bangunan yang bediri di taman kebun bunga di Medan yang satu ini, dan persis di depannya terdapat prasasti terkait peresmian taman tersebut. Di bagian dalam ruangan dari bangunan tersebut tersimpan beberapa lukisan, berbagai foto. dan benda-benda milik Tjong Yong Hian yang tertata dengan begitu rapinya. Lewat berbagai benda dan foto bersejarah inilah kita dapat mengetahui berbagai hal yang telah dilakukan sang mendiang untuk masyarakat Medan tatkala masih hidupnya. Secara singkat, tatkala usia beliau menginjak 20 tahun, beliau telah mampu mendirikan usahanya sendiri. Karena keuletannya inilah perusahaan yang bernama NV.Wan Yun Chong ini berkembang dengan sangat pesat dan merambah berbagai bidang usaha mulai dari perdagangan, perumahan, perkebunan, perbankan dan pelayaran. Berangkat dari sinilah, beliau berserta saudaranya diangkat dan dianggap sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa oleh pemerintahan Hindia Belanda. Hal ini dapat terlihat melalui pemberian pangkat mayor kepada beliau.

Ada beberapa sumbangsih yang kemudian beliau lakukan untuk dapat meringankan beban masyarakat kota Medan, yakni dengan mengajukan peringanan dalam hal pembayaran pajak serta pembangunan tempat pemakaman, rumah sakit, dan juga tempat-tempat penampungan tuna wisma. Satu hal yang pasti, berbagai nilai dan kebajikan tersebut akan langsung dapat dirasakan saat berada ditengah-tengah taman kebun bunga Tjong Yong Hian ini. Jadi saat kita mengunjungi taman kebun bunga di Medan yang begitu asri ini, tidak hanya view dan suasana syahdu nan khidmat saja yang akan kita dapatkan, lebih dari itu, ada banyak cerita dan nilai-nilai yang ditinggalkan sang empunya dapat ikut kita rasakan. Taman tersebut, bukanlah sebatas hanya sebuah taman saja, tetapi lebih dari itu, ini merupakan bentuk dan bukti dari berbagai kontribusi dan nilai yang dibawa oleh Tjong Yong Hian dalam mengarungi kehidupannya nan bersahaja. Jadi, bila suatu saat Anda sedang menyambangi kota Medan, langkahkan kaki sejenak mengunjungi taman kebun bunga ini.

Demikian tadi ulasan Kami dari Maidanii tentang Taman Kebun Bunga di Medan. Bagi teman-teman durian yang ingin memesan pancake durian Medan yang enak manis dan legit silahkan kunjungi outlet kami di Jl HM Yamin No. 121 Medan ya.

Jangan Lewatkan Artikel Kami Sebelumnya :

Tempat Makan Keluarga di Medan